JAKARTA – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) secara resmi menggelar acara pengukuhan "Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia" pada Kamis, 11 Juni 2026. Mengusung tema "Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Desa Menuju Indonesia Emas 2045", program strategis ini dirancang untuk melakukan lompatan besar dalam mengatasi keterbatasan kompetensi SDM di wilayah pedesaan seluruh Nusantara.
Acara yang berlangsung khidmat di Ruang Operasional Room Kemendes PDT ini dihadiri langsung oleh Menteri Desa PDT, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad. Selain itu, hadir pula jajaran pejabat tinggi kementerian, gubernur, akademisi, serta ribuan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dan kepala desa yang menyaksikan secara daring melalui kanal YouTube resmi kementerian.
Dalam laporan yang disampaikan oleh Kepala BPSDM Kemendes PDT, Dr. Agustomi Masik, M.DEV.PLG, tantangan terbesar pembangunan desa saat ini terletak pada aspek kompetensi masyarakat. Dengan jumlah mencapai 75.266 desa di Indonesia, peningkatan kapasitas yang hanya mengandalkan metode konvensional dinilai membutuhkan waktu yang sangat lama.
Sebagai solusinya, Kemendes PDT meluncurkan terobosan dengan mengirimkan para pemuda desa pilihan untuk belajar sekaligus magang di negara-negara maju, salah satunya Jepang. Langkah jangka pendek ini ditujukan agar para pemuda menyerap etos kerja, kedisiplinan tinggi, serta teknologi modern. Untuk jangka panjang, program ini diproyeksikan mencetak para entrepreneur baru yang siap membuka lapangan pekerjaan sekembalinya mereka ke tanah air.
Komitmen penguatan SDM ini juga diperkuat dengan penandatanganan kesepahaman bersama (MoU) antara Kemendes PDT dan Universitas Siber Asia (UNSIA). Dalam kerja sama ini, UNSIA mengalokasikan sebanyak 500 beasiswa pendidikan strata satu (S1) bagi pemuda-pemudi desa di bidang teknologi dan bisnis.
"Silakan menuntut ilmu setinggi-tingginya, bahkan hingga ke luar negeri. Namun, jangan pernah lupa untuk kembali dan membangun tanah kelahiran. Menjadi pahlawan tidak harus pergi ke kota, membangun desa sendiri adalah tugas yang sangat mulia," ujar Raffi Ahmad menyemangati para peserta.
Menteri Desa PDT, H. Yandri Susanto, S.Pt,M.Pd, dalam arahan utamanya memberikan selamat kepada 200 pemuda dari 15 provinsi yang terpilih pada gelombang pertama ini. Beliau menekankan pentingnya menjaga nama baik bangsa dan mengedepankan tata krama selama mengenyam pengalaman di luar negeri.
"Ubah mindset. Pergi ke Jepang bukan untuk hura-hura. Sekembalinya ke Indonesia, jangan lagi mencari pekerjaan, melainkan harus menciptakan lapangan kerja di desa masing-masing. Potensi desa kita sangat melimpah, mulai dari komoditas pertanian hingga sektor wisata yang dikelola BUMDes," tegas Menteri Yandri.





0 Komentar