JAKARTA – Upaya percepatan penurunan stunting (P3S) di tingkat desa terus digenjot oleh pemerintah. Kementerian Desa melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan (PDP) menggelar kegiatan Coaching Clinic eHDW (Electronic Human Development Worker) Batch 1 bagi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta para kader di desa pada tanggal 3 September 2026 melalui daring.
Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat kapasitas para Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan admin desa dalam memanfaatkan aplikasi eHDW sebagai instrumen utama pemantauan layanan kesehatan dasar di lapangan.
Peran Krusial KPM dan Admin Desa dalam Pemantauan
Dalam sesi penguatan tersebut, ditekankan bahwa keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada ketelitian kader di akar rumput. KPM memiliki tugas krusial mulai dari menginput data sasaran hingga melakukan pemantauan berkala terhadap indikator layanan bagi ibu hamil, anak balita, remaja putri, keluarga sasaran, hingga calon pengantin (catin).
Sementara itu, admin desa bertanggung jawab dalam verifikasi data sasaran agar indikator layanan dapat terbaca dengan akurat pada scorecard desa, serta mengelola akun para kader.
"Kunci konvergensi penanganan stunting ada di tangan para kader dan admin desa yang mengawal langsung data di lapangan," ujar narasumber dalam kegiatan tersebut.
Perhatian pada Kesejahteraan Kader
Selain aspek teknis penggunaan aplikasi, forum ini juga menyoroti pentingnya apresiasi terhadap kerja keras para kader desa. Terkait insentif atau honorarium KPM dan kader, mekanismenya diarahkan melalui Peraturan Bupati/Walikota (Perbup/Perwali) setempat, atau dapat disepakati melalui mekanisme Musyawarah Desa (Musdes) sebagai bentuk pengakuan atas beban kerja penting yang mereka emban.
Komitmen Jangka Panjang untuk Generasi Penerus
Melalui kegiatan coaching clinic ini, pemerintah berharap para pemangku kepentingan di daerah dapat mengatasi berbagai kendala teknis pelaporan dan meningkatkan skor konvergensi pencegahan stunting di desa masing-masing.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pendamping desa, dan kader di garis depan, target penurunan angka stunting demi melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat dan berkualitas diyakini dapat tercapai secara optimal.

0 Komentar