Langkah strategis TPP Aceh dalam memperkuat tata kelola dan kapabilitas sumber daya manusia membuahkan hasil positif. Hal ini dibuktikan dengan diraihnya dua plakat penghargaan dari instansi mitra dalam dua kegiatan berbeda sepanjang bulan Juli 2026.
Salah satu pencapaian penting lahir dari sinergi TPP Aceh bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh. Melalui kolaborasi tersebut, para pendamping desa mendapatkan capacity building khusus terkait pemanfaatan media sosial sebagai sarana edutainment serta pelatihan public speaking yang komprehensif.
Pelatihan ini dinilai krusial mengingat TPP merupakan garda terdepan yang langsung berhadapan dengan masyarakat untuk memaparkan materi pendampingan. Dengan keterampilan baru ini, TPP dituntut memiliki adaptability yang tinggi dalam mengemas informasi desa—mulai dari potensi lokal hingga hal-hal menarik lainnya—menjadi konten digital yang edukatif dan mudah diakses oleh khalayak luas.Tidak hanya di sektor digital, kiprah TPP Aceh juga mendapat pengakuan dalam forum perencanaan pembangunan daerah. Kehadiran TPP dalam Lokakarya Strategi Kolaboratif Pengembangan Ekonomi Kreatif UMKM dan BUMDes yang diselenggarakan oleh Bappeda Aceh menjadi wadah strategis untuk menyumbangkan ide, gagasan, serta sharing knowledge di tingkat regional.
Kehadiran TPP di Lokakarya Strategi Kolaboratif pengembangan ekonomi kreatif UMKM dan BUMDes yang diselenggarakan oleh Bappeda Aceh juga memberikan poin positif dalam upaya peran nyata TPP dalam memberikan ide, gagasan dan sharing knowledge di forum-forum desiminasi daerah, sehingga meningkatkan nilai tawar TPP di level daerah sebagai ujung tombak yang mengawal proses pengembangan ekonomi lokal, ujar Busra, ST, MM, selaku Koordinator P3MD Kemendesa PDT Provinsi Aceh.Melalui berbagai kolaborasi strategis dengan Bank Indonesia, Bappeda Aceh, dan para pemangku kepentingan lainnya, TPP Aceh optimis kualitas pendampingan desa akan terus meningkat dari waktu ke waktu. Sinergi yang solid ini diharapkan mampu memperkuat posisi TPP sebagai motor penggerak pembangunan, sekaligus mencetak desa-desa mandiri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional.
.jpeg)


.jpeg)
0 Komentar