ACEH TAMIANG – Di tengah padatnya tuntutan profesionalisme mendampingi desa, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Aceh Tamiang membuktikan bahwa rasa kebersamaan dan solidaritas antar-rekan kerja tetap menjadi prioritas utama.
Hal ini ditunjukkan melalui kunjungan takziah bersama ke rumah duka salah satu anggota TPP di Kecamatan Tamiang Hulu, yaitu Warto, atas berpulangnya sang ibunda tercinta.
Meski sehari-hari dihadapkan pada tanggung jawab besar—termasuk kewajiban menyusun laporan harian, mingguan, hingga bulanan yang harus dilaporkan secara berjenjang kepada pimpinan—para pendamping desa ini tetap meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dan memberikan dukungan moral kepada rekan yang sedang berduka.
Kegiatan takziah ini dihadiri langsung oleh jajaran Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten, Pendamping Desa (PD), serta Pendamping Lokal Desa (PLD) dari berbagai wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang.
Ketua Forum TPP Aceh Tamiang, Rudi Aswad, dengan sigap mengoordinasikan dan menginformasikan agenda kunjungan ke rumah duka tersebut begitu kabar duka diterima. Menurutnya, aksi respons cepat ini bukan sekadar spontanitas, melainkan sudah menjadi komitmen dan agenda tetap organisasi.
"Kegiatan ini sudah menjadi agenda tetap kami di TPP Aceh Tamiang. Setiap kali ada rekan yang tertimpa musibah, kami berupaya hadir bersama. Ini adalah bentuk nyata dari kesolidan, kekeluargaan, dan rasa empati yang terus kami rawat di sela-sela rutinitas pekerjaan," ujar Rudi.
Kehadiran seluruh elemen TPP Aceh Tamiang di rumah duka ini mencerminkan hubungan kerja yang tidak hanya sebatas profesionalitas di lapangan, tetapi juga telah mengakar menjadi sebuah ikatan kekeluargaan yang kuat di luar jam kerja.


0 Komentar